Gillette Indonesia Case Study Ppt Templates

 

1 Executive

Summary 

The aim of this report is to recommend a marketing strategy for Gillette Indonesia.These recommendations will allow Gillette to realise its mission of achievingworldwide leadership

in

its

core product categories. The company's approach “thinkglobal, act local” has

enabled

Gillette to capture a significant proportion of the

blade

sales market and enjoy strong brand recognition (48% of market share for blades

and

90% of the premium priced segment) (Quelch & Long

1996).

Gillette’s differentiated marketing strategy; persuading consumers to shave for thefirst

time;

increasing incidence of shaving among existing shavers; and, trading upshavers, appear 

to

be very effective with a 9% increase in sales 1990 -

1995.

Strong economic growth of over 7% in the last 20 years in Indonesia has increasedper 

capita

incomes and improved standards of living. With a population of nearly 196million,

Indonesia

represents a significant market for Gillette in the Asia-Pacific region.Efforts to increase

market

share presents a few

challenges:

affordability 

- 80% of the population earn less than

$10,000;

shaving rate

- incidence of shaving is low compared to developed

countries

(Indonesian shave on average 5.5 times per month compared to 12 times per month

in

Hong Kong and 26 times in the United States);

and,

regulation - 

restrictions on foreign companies and poor infrastructure impedethe

sales

and distribution

effort.

An effective marketing strategy will allow Gillette to exploit the opportunities

the

Indonesian market represents and gain the first-mover 

advantages.

This report, therefore, proposes the

following:

Adopting value proposition utilising the 4P’s for all

market

segments (McCarthy

1960).

Continue to grow the brand through up-selling, cross-selling and first mover initiatives particularly in the largely untapped 66.8 million female

market.

4

Gillette

I

ndon

e

s

i

a

|

CLN

C

a

s

e

Study

|

 – Group

5

Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Case Study Gillette Indonesia' - quant


Download NowAn Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Company Profile
  • Founded in 1901
  • Merupakananakperusahaandari P&G
  • The Market Leader in blades and razors
  • Dari angkapenjualan Gillette tahun 1995 yang sebesar $6,8 Milyar, 40% ($2,6 Milyar) didapatdaripisaucukur
  • Misi Gillette adalahuntukmencapai worldwide leadership dalamkategoriprodukutamanya
  • Produkutamanyaadalahpisaucukur
Di Indonesia

Republik Indonesia adalahnegarakepulauandenganlebihdari 15.000 pulaudan 196 juta orang yang berbicaradengansekitar 250 bahasadaerahdanlogat.

Di Indonesia
  • Standarkehidupan rata-rata di Jawadan Bali sangattinggidibandingkandenganwilayahlainnya di Indonesia. Risetpasarmenunjukkanbahwaconsumer marketersmelakukankegiatannyadanmendapatkanhampirseluruhpenjualannyadari 5 kotautama (4 dariJawa + 1 dari Medan di Sumatra)
Di Indonesia
  • Di bulanOktober 1995, Chester Allan selakumanajer Gillette untukwilayah Indonesia mengembangkanrencanapemasarannya di tahun 1996.
  • Di tahun 1995 populasi Indonesia telahmencapai 196 jutadengan 35% tinggal di Indonesia dan 65% di daerahperdesaan.
  • Indonesia mempunyaiangka Gross Domestic Product (GDP) yang bertumbuhsekitar 7% selama 20 tahun
KegiatanMencukur di Indonesia
  • Mencukurmasihbelumberkembang di Indonesia, akantetapikegiatanmencukurberkembang.
  • Dari survey di tahun 1995 daripriaperdesaan yang sekitar 40 juta, mengindikasikan 80% nyabercukur, dengan rata bercukur 5,5 kali sebulan, dibandingkandenganHongkong 12 kali sebulandanAmerikaSerikat yang sebesar 26 kali sebulan
Gillette’s Operation
  • Gilletemasuk di Indonesia tahun 1971 denganmelakukan joint venture terhadapperusahanalokaldengankepemilikanmayoritas
  • Pabrikpisaucukur Gillette dibuat di tahun 1972 terletak 1 jam dari Jakarta
  • Ditahun 1995, memproduksi 150 jutapisau yang mana 46 jutanyadiekspor
  • Ditahun 1996, memproduksi 168 jutapisau yang mana 50 jutanyadiekspor
Gillete and Competitive Product Lines
  • Namamerek Gillette bermaknapisaucukurbermatadua. Akan tetapi, di bahasa Indonesia kata ‘silets’ terdengarmiripdengan Gillette. Padatahun 1993 secarajumlah Gillette menguasai 28% pasarsilet. Padatahun 1995, penyebaranproduk Gillette telahtumbuhhingga 48% dandiharapkanmeningkatmenjadi 50% di tahun 1996.
LiniProduk Gillette di Indonesia
  • Tigajenispisaucukurbermatadua: pisaucukurutama stainless biru, pisaucukurbermatadua premium (Gillette Goal Merah), danPisauCukurBiru yang ditingkatkan (Gillette Goal Biru).
  • Sekalipakai (disposables). Di AmerikadanEropa, BIC mendominasipasaruntuksiletbeberapa kali pakai yang memilikipeganganplastikdenganharga yang aggresif. Di pasaran yang lain, Gillette dapatmenggunakanmetodetersebut, daripadaprodukdengankualitasdanharga yang murah. Di Indonesia, Gillette menjualduatipebeberapa kali pakai, Goal II dan yang lebihbagusadalah Blue II.
  • GII (disebutTrac II di Amerika) adalah system bercukurlebih lama yang dihasilkanoleh Gillette untukmenyatukanduateknologisiletcukur, yang manapisaupertamaberfungsimengangkatrambutkeluardarikantungrambutdanpisau yang keduaadalahuntukmemotongnya.
  • System kontur (Yang disebutAltra di Amerika) menambahkankepalapisauberputar (sebagaikebalikandarikepalapisaustatispada GID), yang memungkinkanduapisaukembartersebuttetapkonsistenmenempelpadamuka.
  • System sensor menambahkancarakerjakepalapisaudansecaraindependenmemberikanefekpegaspadapisauganda.
Main Competitor
  • Low-end, double-edge blades from Eastern Europe and China
  • Tatra
  • Super Nacet
  • Tiger
  • Bagus (Indonesia)
Distribution and Sales
  • Peraturan di Indonesia melarangperusahaanasinguntuksecaralangsungmengimpormaupunmendistribusikanproduknya. Peraturaninimelindungi distributor Indonesia danmenimbulkanketidakefisienan. DepartemenperdaganganAmerika di Jakarta mengestimasibahwa 45% darihargaeceran di Indonesia untukmenutupipelayanandistribusi.
  • Gillette secaralangsungmenunjuk distributor nasionaltunggal, akantetapipadatahun 1993 pengaturantersebuttidakterlaksanadenganmemuaskan. Tidaksatupun distributor tunggaldapatmenyediakancakupan yang dalampadasetiapdaerah di seluruhnegeri.
  • Mohammad Slamet, manajerpenjualannasional Gillette di awal 1990-an, jugamenjelaskan: masalahdistribusibanyak yang memerlukantanggapansecaralangsung di tempat, JikaSeorang distributor yang tinggalratusan mil jauhnyadarikonsumentidakdapatmemberikanrespon yang cukupcepat. Selainitu, seringtimbulisu-isu yang hanyadapatdiselesaikanolehseseorang yang akrabdenganhubungan, adatistiadat, dandialekmasing-masingdaerah.
Communications
  • Gillette Indonesia menghabiskan 9% daripenjualankotorpadaiklandan 3% untukpromosikonsumendan merchandising (Exhibit 4). 10% daripenjualankotordicatatolehtunjangan off-fakturkebentukperdagangandan lain daritransaksiperdagangan. Anggaraniklanuntukprodukcukurpadatahun 1995 adalahsekitar $ 2 juta.
  • Media iklanditargetkanterutamapadakonsumenpriaperkotaan. Sekitarseparuhanggaraniklandihabiskan di televisi (ada 5 saluranswastadan 1 milikpemerintah) dansetengah di media cetak. Iklantelevisitermasukbeberapa sponsor Program. Tingkat Priadewasa di Indonesia adalah 77%, dansetengahdaripriadewasa Indonesia membacakoransetidaknyasekaliseminggu. Selainitujugamembuat poster mengenaicaramencukur yang baikdanbenarsertanyaman (Exhibit 6)
Setting the Course

Allan mengulasproyeksiawalnyauntuk 1996, iabertanya-tanyaseberapacepatpasar Indonesia terhadappisaucukurbisaberkembang. Haruskah Gillette Indonesia menginvestasikansumberdayatambahanbaikdalamiklandanpromosiataupenjualandandistribusi, untukmempercepat proses pengembanganpasar?

Tantangan yang dihadapi Gillette Indonesia
  • Tingkataktivitasbercukurlebihrendah jika dibanding dengan negara-negara yang lain

VS

  • Gillette di Indonesia sering menghadapi konfrontasisosialsecaralangsungmengenaitidakdapatditerimanya produk Gillette oleh masyarakat khususnya kaum muslim.

Meningkatkan promosi

  • Promosimelaluiiklanselainuntukmenjagabrand awarenessatas Gillette, Gillette perluterusmejagaposisiinidenganterusmelakukanpromosi, karenasemakinbanyakpesaing-pesaingdalamprodukpisaucukur .
  • Gillette juga berfokus pada edukasitentangkegiatanbercukur.Edukasitersebutdapatmengenaipentingnyakegiatanbercukur, sampaikeunggulandankeuntunganmenggunakan Gillette

Meningkatkansistemdistribusi

    • Memberikanrespon yang cepatataspermintaanpasar.
    • Memilikitenagapenjualan yang cukup, gudang, danperalatantransportasi yang handal.
    • Menjalin hubunganlokal yang kuatdenganpejabatpemerintahdanperdagangan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *